- DPP FSB NIKEUBA Terima Kunjungan Sekretaris Regional UNI Global Union AP
- FSB NIKEUBA Gelar Membership Meeting dan Kunjungan ke BLK Palembang
- Konsolidasi Pengurus PK FSB Nikeuba ISS INDONESIA
- Rakerwil KSBSI Jambi, Dibuka Langsung Oleh Wamenaker Soroti Kenaikan UMP dan Hubungan Industrial Pan
- KSBSI Serahkan Kertas Posisi Terhadap Bisnis dan HAM Kepada Wakil Menteri HAM RI
- Wamenaker Puji Industri Karet di Jambi Serap 100 Persen Pekerja Lokal
- FSB NIKEUBA Fasilitasi Anggota Terdampak Krisis Iklim Ikuti Pelatihan di BLK Palembang
- Komite Pemuda KSBSI Gelar Youth Camp Leadership Jilid 2, Tekankan Public Speaking Bagi Pengurus Seri
- kategori / Berita Nasional KSBSI Sambut Baik Peluncuran Aplikasi Pengaduan Sektor Garmen dan Kelapa
- Silaturahmi Buruh bersama Kapolda Kaltara, Korwil KSBSI Tegaskan Dialog Sosial adalah Kunci Kondusif
FSB NIKEUBA Hadiri Pertemuan Nasional Transisi Energi yang Berkeadilan

FSB NIKEUBA.COM, JAKARTA- Federasi Serikat Buruh Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri (FSB NIKEUBA) mewakili Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) hadiri pertemuan Nasional Trnasisi Energi yang Berkeadilan yang diselenggarakan oleh SP PLN, PP-IP, dan SPNP, didukung oleh PSI, TUED, dan Mondiaal FNV di Jakarta, Selasa (30/09/2025).
Tujuan dari pertemuan ini diantaranya memperbarui status transisi energi di Indonesia dan posisi JETP, Membangun pemahaman dan menyebarluaskan kampanye serikat pekerja tentang jalur publik transisi energi yang adil, Mengambil pelajaran dari negara-negara berkembang mengenai transisi energi dan posisi serikat pekerja serta tindakan, Mengembangkan jaringan nasional dengan serikat pekerja dan sekutu lainnya untuk memperkuat kampanye serikat pekerja tentang jalur publik transisi energi yang adil.
"Agenda yang menarik, bisa sharing pengalaman dengan Narasumber dari Philipina secara hybrid, Privatisasi PLN yang berada di Indonesia ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan privatisasi yang ada di Philipina. Di indonesia masih ada subsidi listrik sedangkan di Philipina justru tarif mahal mencapai 55% setelah privatisasi." kata Dwi Istianah selaku Bendahara DPP FSB Nikeuba mewakili KSBSI dalam keterangannya, Rabu (01/10/2025).
Baca Lainnya :
- KSBSI Hadiri FGD Memastikan Pendanaan Iklim yang Berkeadilan0
- KSBSI Sosialisasi Sitem Data Base Bagi Federasi Afiliasi 0
- FSB Nikeuba Berhasil Tandatangani PKB 2025-2027 ISS Indonesia0
- Pedagang Kaki Lima Bersatu BKT Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-800
- Peran LKS Tripnas dalam Peningkatan Perlindugan Jaminan Sosial Bagi Pekerja di Masa Tua0
Dalam agenda tersebut diisi oleh narasumber dari berbagai kalangan diantaranya, Berbagi dari Bangladesh – Kebijakan dan Perdagangan Energi Terbarukan Posisi dan Tanggapan Serikat Pekerja Oleh Rahman Md Mozibor, Sekretaris Jenderal - Paschimanchal Biddyut Serikat Bitaran Sramik Karmachari (PBBSKU) (Melalui ZOOM).
Undang-Undang Reformasi Industri Tenaga Listrik (EPIRA) dan Pendekatan Jalur Publik Oleh Wilson Fortaleza, Advokat Hak Pekerja dan Kebijakan Energi, Aliansi Kelompok Buruh dan Organisasi Pekerja, NAGKAISA (United) (Melalui ZOOM).
Ekspansi, Bukan Transisi: Realitas Energi Global dan Regional Oleh Sean Sweeney, Koordinator TUED/Direktur Program Internasional untuk Ketenagakerjaan, Iklim, dan Lingkungan, CUNY (Universitas Kota New York)
Apa itu Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) di Indonesia, apakah JETP mempromosikan keadilan sosial sejati bagi Transisi Energi di Indonesia atau menciptakan beban baru bagi negara dengan utang untuk biaya Transisi Energi Oleh Fredrick B.G. Manurung, Peneliti, Pusat Hukum Lingkungan Indonesia (ICEL)
Di Balik JETP – Krisis Pertumbuhan Hijau dan Kegagalan “Blended Finance”Oleh Sean Sweeney, Koordinator TUED/Direktur Program Internasional untuk Ketenagakerjaan, Iklim, dan Lingkungan, CUNY (City University of New York)
Transisi Energi di Indonesia, Membutuhkan Investasi, Kepemilikan, dan Tata Kelola Publik yang Kuat atas Sumber Energi Terbarukan: Apakah Makalah Kebijakan Serikat Pekerja Article 33 Alternatif untuk Transisi Energi di Indonesia Oleh Andy Wijaya, Sekretaris Jenderal Persatuan Pegawai PT PLN Indonesia Power (PP-IP). (RED/handi)
.png)

.jpeg)








