- 6 Point Penting KSBSI untuk RUU Ketenagakerjaan yang Baru
- KSBSI Meriahkan Peringatan HUT RI ke 81 dengan Menggelar Lomba 17-an
- Dwi Istianah Ikuti Pelatihan Kapasitas Organisasi di Bangkok
- Ketum DPP FSB NIKEUBA Hadiri Silaturahmi LKS Tripartit Nasional
- Raih Gelar Doktor Hukum UPH, Ema Liliefna Bawa Gagasan Perlindungan Buruh Perempuan
- FSB NIKEUBA PK ISS KORDA BECIKAPUR BERKUNJUNG KE RUMAH DUKA ANGGOTA
- Kapolri Resmikan Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Serikat Buruh
- Sembilan Usulan Pokok untuk UU Ketenagakerjaan Baru
- FSB NIKEUBA Dampingi Manajemen PT ISS Indonesia Audiensi ke Kemnaker
- FSB NIKEUBA Hadiri Acara Membangun Jalur Transisi Energi Indonesia yang Berpusat pada Pekerja
Dedi Hardianto, Ikuti Fit and Proper Test Calon Anggota Dewas BPJS TK di DPR RI

Dedi Hardianto Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali mengikuti rangkaian agenda Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan.
Dedi Hardianto mengikuti agenda Rapat Fit and Proper Test yang berlangusng di ruang rapat Komisi IX, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (04/02/2026).

Baca Lainnya :
- FSB NIKEUBA Berhasil Tandatangani PB PHI Dengan PT. PT Risun Wei Shan lndonesia 0
- DPP FSB NIKEUBA Gelar Audiensi Dengan Kemnaker RI Bahas Dinamika Permasalahan Buruh0
- 26 Orang Lulus Uji Diklat PANSER KSBSI Angkatan Ke X0
- KSBSI Gelar Forum Diskusi Kupas Usulan Tentang RUU Ketenagakerjaan yang Baru3
- KSBSI Bersama Federasi Afiliasi Gelar Diskusi Tentang Isu Platform Ekonomi0
Sebelumnya, untuk memastikan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dan membantu mengawasi manajemen risiko serta investasi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan, maka pemerintah telah membentuk Dewan Pengawas atau Dewas.
Dewas BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia. Proses pembentukan ini melalui seleksi Panitia Seleksi (Pansel) yang ditunjuk Presiden, kemudian calon terpilih ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Khusus untuk tahun 2026 ini, proses seleksi sudah memasuki tahapan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Dewas BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) oleh Komisi IX DPR RI, hari ini, Senin (2/2/2026). Calon-calon yang diuji berasal dari unsur pekerja, pemberi kerja dan tokoh masyarakat.
Nihayatul Wafiroh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyatakan, calon-calon Dewan Pengawas BPJS tersebut diajukan Presiden. Masing-masing calon dewan berjumlah sepuluh orang.
“Berdasarkan hal tersebut di atas maka Komisi IX DPR RI diharapkan dapat memilih lima orang calon anggota Dewas Pengawas BPJS Kesehatan dan lima orang calon anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari dua orang unsur pekerja, dua orang unsur pemberi kerja dan satu orang unsur tokoh masyarakat,” tutur Wafiroh, dilansir dari Antara.
Calon anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan
Calon anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan yang diuji kelayakan dan kepatutan salah satunya adalah Tokoh perburuhan Dedi Hardianto. Ia dikenal sebagai Tokoh senior /aktivis buruh di Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).
Berikut adalah nama-nama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk BPJS Ketenagakerjaan, yakni dari unsur pekerja adalah Dedi Hardianto, Djoko Wahyudi, Heru Budi Utoyo, Ujang Romli.
Dari unsur pemberi kerja (Pengusaha) terdapat Muhammad Aziz Tunny, Dasep Suryanto, Abdurrackhman Lahabato, Sumarjono Saragih. Selanjutnya dari unsur tokoh masyarakat ada Ardy Susanto dan Alif Noeriyanto Rahman.
Calon anggota Dewas BPJS Kesehatan
Sedangkan nama nama calon anggota BPJS Kesehatan adalah Afif Johan, Ahmad Naki, Indra Yan dan Stevanus Adrianto Passat dari unsur pekerja.
Dari unsur pemberi kerja terdapat Mira Sonia Seba Liawati, Paulus Agung Pambudhi, Sunarto dan Tutut Handayami. Dan dari unsur tokoh masyarakat ada juga Lula Kamal dan Hermawan Saputra
.png)

.jpeg)








