- Perlindungan Pekerja Kebersihan dan Keamanan di Era Cuaca Ekstrem
- Pernyataan KSBSI atas Diadopsinya Konvensi ILO No. 193 tentang Pekerjaan Layak dalam Ekonomi Platfor
- Komite Kerja Layak dan Platform Ekonomi ILC ke-114 Berhasil Membuat Konvensi
- Presiden KSBSI, Berkesempatan Berpidato di ILC yang ke 114 di Jenewa Swiss
- Perkuat Hubungan Industrial, DPP FSB Nikeuba Gelar Kunjungan ke PT.IMIP Morowali
- FSB Nikeuba Gelar Pelatihan Basic Training dan Paralegal Bagi Anggotanya di Marowali
- Hadiri Peringatan May Day 2026, Presiden Probowo Tegaskan Koamitmennya Untuk Bela Hak Buruh
- KSBSI dan TUAC Gelar Workshop Pedoman OECD Bagi Perusahaan Multinasional
- KSBSI Terima Kunjungan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Yang Baru
- KSBSI Hadiri Global Pre-ILC 2026 di Belgia, Ini yang Dibahas
Komite Kerja Layak dan Platform Ekonomi ILC ke-114 Berhasil Membuat Konvensi

Koordinator Regional ACVi Asia, Maria Emeninta delegasi dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di International Labour Conference (ILC 2026) yang ke-114 di Jenewa, Swiss, mengatakan, sekira pukul 13:30 waktu Jenewa, Kamis (11/6/2026), akhirnya drafting komite kerja layak dan platform ekonomi di ILC ke-114 selesai mendesain konvensi untuk pekerjaan layak bagi pekerja platform ekonomi, dan akan sah menjadi konvensi ILO. Menurut Maria, kemungkinan konvensi tersebut akan menjadi Nomer 193.
"Konvensi tersebut secara resmi dikhususkan dalam rapat plenari pada lusa, dalam rapat pleno esok lusa." kata Maria dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Ia mengupas, komite kerja layak dan platform ekonomi sudah menyelesaikan tugasnya. Dan prosesnya cukup sulit, bahwa terjadi perdebatan yang cukup alot terutama dengan pengusaha, banyak mengulur waktu, terutama dibeberapa point tentang klasifikasi pekerja platform, pendaftaran dan pengakuan, serta perlindungan sosial bagi mereka dan pemberlakuan sistem otomasi termasuk perlindungan data yang memicu terjadinya perbedabatan yang sangat keras.
Baca Lainnya :
- Presiden KSBSI, Berkesempatan Berpidato di ILC yang ke 114 di Jenewa Swiss0
- FSB NIKEUBA Hadiri Penandatanganan PKB AMCO di Malaysia0
- KSBSI Hadiri Sidang Pleno TUAC ke 157 di Sela Konferensi OECD Paris0
- FSB NIKEUBA Hadiri Konferensi Keuangan UNI APRO ke-7 Asia PasifiK di Manila 0
- Ketum DPP FSB NIKEUBA Hadiri 35 Tahun Kongres Dunia WOW di Portugal, Wayne Prins Terpilih Kembali0
"Dari 205 usulan proposal yang masuk yang akan digunakan dalam 24 pasal konvensi, menurut saya ini yang sangat alot." ungkap Maria.
Ia menambahkan hal itu terjadi terutama pada hari terakhir, sempat terjadi 'deadlock'. Forum berusaha mencapai konsensus dengan masih banyak pembahasan yang tidak mungkin dibahas, karena efisiensi waktu yang hanya tinggal 1 hari saja. Namun demikian, akhirnya berhasil menjadi konsensus.
Maria menuturkan, betapa berat perjuangan delegasi buruh, karena diawal-awal pembahasan draf konvensi, pihak buruh sempat berseteru dengan delegasi pengusaha dan pemerintah.
Hal ini dikarenakan delegasi pengusaha yang tidak konsisten dengan apa yang telah disepakati, bahwa tidak akan ada lagi pembahasan apa yang sudah disepakati sebelumnya, sebagaimana Ketua sidang mengingatkan sedari awal.
Yang mengejutkan juga, ternyata delegasi pemerintah Indonesia sempat mejadi pendukung Malaysia, yang memberi usulan baru atas apa yang telah disepakati.
Namun pada akhirnya, delegasi buruh dengan kompak mendatangi pemerintah, dan menuntut supaya memberi dukungan terhadap apa yang telah disepakati dan meminta komitmen terhadap draf yang sudah dipersiapkan oleh ILO dan serikat buruh.
"Karena kita juga sudah punya Perpres juga tentang Pekerja Paltform, pada akhirnya kesan pemerintah sudah cukup bagus." beber Maria.
Dan dihari ke 4 dan selanjutnya pemerintah Indonesia sangat responsif, mereka menerima tanggapan dan cukup vokal, serta memberi pendapatnya dengan mendukung posisi buruh dan ILO dengan draf konvensinya.
Hadir dalam sidang ILC yang ke-114, Delegasi dari KSBSI yakni Martua Raja Siregar, Rekson Silaban dan Maria Emeinta yang mengawal di Komite Platform Ekonomi. Kemudian Marihot Nainggolan dan Supardi di Komite Sosial Dialog, Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban di komite aplikasi standards (CAS). (RED/handi)
.png)

.jpeg)








