- Perkuat Hubungan Industrial, DPP FSB Nikeuba Gelar Kunjungan ke PT.IMIP Morowali
- FSB Nikeuba Gelar Pelatihan Basic Training dan Paralegal Bagi Anggotanya di Marowali
- Hadiri Peringatan May Day 2026, Presiden Probowo Tegaskan Koamitmennya Untuk Bela Hak Buruh
- KSBSI dan TUAC Gelar Workshop Pedoman OECD Bagi Perusahaan Multinasional
- KSBSI Terima Kunjungan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Yang Baru
- KSBSI Hadiri Global Pre-ILC 2026 di Belgia, Ini yang Dibahas
- Selamat Hari Kartini, Selamat atas pengesahan RUU PPRT
- Ketum FSB NIKEUBA Tegaskan SE WFH Tidak Boleh Mengurangi Hak Buruh
- POSBAKUM FSB Nikeuba PK ISS Korda Bogor dan Depok Resmi di Luncurkan
- 3 Konfederasi Serikat Buruh Deklarasi Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden
Dorong Sosial Dialog Berkelanjutan, FSB NIKEUBA Gelar Diskusi Bagi Anggotanya di Bogor

FSBNIKEUBA.COM, BOGOR - Produktivitas dan hubungan kerja yang sehat merupakan impian bagi para pelaku hubungan industrial tak terkecuali dalam rangka meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja. Salah satunya melalui Sosial dialog yang inklusif dan berkelanjutan.
Carlos Rajagukguk, Ketua Umum DPP FSB NIKEUBA mengatakan bahwa kunci menjaga hubungan industrial yang harmonis adalah sosial dialog yang kontruktif.
"Pentingnya sosial dialog slaah satunya untuk meningkatkan produktivitas dan hubungan kerja yang sehat, melalui peningkatan kualifikasi tenaga kerja, pengembangan keterampilan, dan perbaikan proses kerja." kata Carlos Rajagukguk saat menjadi narsumber di acara diskusi dengan tema "Peranan Serikat Buruh dalam Mendorong Dilaog Sosial" di Bogor pada, Kamis (31/07/2025).
Baca Lainnya :
- Bangun Organisasi Yang Kuat, DPC FSB NIKEUBA Jakarta Gelar Pelatihan Basic Training0
- Konfercab Pemilihan Ketua DPC FSB NIKEUBA Marowali Telah Di Gelar, Ini Hasilnya!0
- FSB NIKEUBA Kabupaten Morowali Deklarasikan 9 Pengurus Komisariat di Kawasan IMIP0
- FSB NIKEUBA Bentuk Kepengurusan DPC Morowali 0
- Panser KSBSI Meriahkan HUT Bhayangkara ke-79, Polri Untuk Masyarakat0
Carlos menegaskan bahwa dengan sosial dialog yang baik akan mencegah konflik dan mogok kerja, menciptakan iklim kerja yang lebih harmonis, dan mendorong kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
"Mendukung implementasi kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, Melibatkan semua pihak, Mengawal agar kebijakan perusahaan dan pemerintah tidak hanya fokus pada mayoritas serta Menguatkan perlindungan hak-hak pekerja." jelas Carlos
Ada banyak tantangan serikat buruh dalam mewujudkan dialog sosial yang berkelanjutan, diantaranya fragmentasi gerakan serikat itu sendiri, kemudian dunia kerja baru, keseiambangan dalam kebijakan publik, lalu faktor internal yakni perubahan kepemimpinan dan rotasi manajemen.
Untuk itu, pentingnya memerkuat sosial dialog dalam tatanan hubungan industrial, karena dialog sosial berkelanjutan bagi serikat buruh dan buruh signifikasinya dapat tercermin dari meningkatnya perlindungan terhadap haka pekerja, memeprkuat posisi tawar, mengurangi konflik dan mogok kerja, menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif, meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja, menjamin keberlanjutan organisasi serikat buruh. (RED/handi)
.png)

.jpeg)








